Karakteristik Bumi

7:32:00 AM
a)      Bentuk
Dengan berkembangnya zaman serta juga berkembangnya ilmu pengetahuan manusia maka dilakukan banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa bentuk bumi ini tidaklah bulat melaikan berbentuk elips.
Adapun relief atau topografi permukaan bumi yang tidak sama namun bervariasi. Bervariasinya topografi permukaan bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas endogen dan eksogen. Endogen merupakan proses atau tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun permukaan bumi. Sedangkan eksogen merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak permukaan bumi.

b)      Komposisi Kimia
Massa bumi kira-kira adalah 5,98×1024 kg. Kandungan utamanya adalah besi(32,1%),Oksigen(30,1%),silikon (15,1%),magnesium (13,9%), sulfur (2,9%),nikel (1,8%), kalsium (1,5%), and aluminium (1,4%); dan 1,2% selebihnya terdiri dari berbagai unsur-unsur langka. Karena proses pemisahan massa, bagian inti bumi dipercaya memiliki kandungan utama besi (88,8%) dan sedikit nikel (5,8%), sulfur (4,5%) dan selebihnya kurang dari 1% unsur langka. Ahli geokimia F. W. Clarke memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak bumi terdiri dari oksigen.
a.        Lapisan-Lapisan Bumi
·         Menurut komposisi materialnya:
1.      Kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan tanah dan batuan .Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup.Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajad Celcius.Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan lithosfer.

2.       Selimut atau Selubung Mantel
Selimut merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 derajat Celcius.
3.       Inti Bumi
Inti bumi terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900–5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200oC.Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4500oC.
·         Menurut komposisi kimianya :
1.      Litosfer
Litosfer berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata lithos dan spaira.Litos artinya bebatuan dan spaira artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar terdiri dari batuan. 
 Ketebalan kerak bumi tidak sama disetiap tempat. Tebal kerak bumi dibawah benua adalah 20-50 km dan tebal kerak bumi dibawah samudera adalah 10-12 km. Lapisan litosfer terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan sial (silsium aluminium) dan lapisan sima (silsium magnesium).
2.      Hidrosfer
Hidrosfer merupakan daerah perairan yang mengikuti bentuk bumi yang bulat. Hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti ’air’ dan sphere yang berarti ’daerah’ atau ‘bulatan’. Daerah perairan ini meliputi samudra, laut, danau, sungai, gletser, air tanah, dan uap air yang terdapat di atmosfer.Hidrosfer menempati sebagian besar muka bumi karena 75% muka bumi tertutup oleh air. Air di bumi bersirkulasi dalam lingkaran hidrologi, dimana air jatuh sebagai hujan dan mengalir ke samudra-samudra sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer.
3.      Atmosfer
Atmosfer merupakan salah satu komponen geosfer yang sangat vital bagi kehidupan manusia.Pada komponen ini berbagai gejala alam terjadi. Lapisan udara (Atmosfer = uap, udara, Sphaira = bulatan ) menyelimuti bumi. Berdasarkan sifatnya dibagi dalam beberapa lapisan.
·         Troposfer
Troposfer berada pada lapisan atmosfer paling bawah. Manusia dan makhluk hidup lain hidup di lapisan ini. Lapisan ini menjadi tempat akumulasi gas-gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida.Uap air dan karbon dioksida yang banyak terdapat pada lapisan ini berfungsi menjaga keseimbangan panas permukaan Bumi, terutama yang ditimbulkan oleh radiasi sinar inframerah dari Matahari. Zona ini menjadi jalur lintasan pesawat terbang.
·         Stratosfer
Stratosfer mempunyai dua lapisan molekul-molekul gas tipis yang tidak terdapat troposfer.Lapisan bawah mengandung bahan sulfat yang memengaruhi terjadinya hujan.Di stratosfer bagian atas terdapat lapisan ozon terbesar. Stratosfer adalah lapisan inversi, yaitu semakin tinggi dari permukaan Bumi, suhu udara akan meningkat.
·         Mesosfer
Suhu udara di lapisan mesosfer sangat dingin mencapai –100°C.Suhu yang sangat dingin ini menyebabkan meteor-meteor dari luar angkasa yang sangat panas pecah dan berubah menjadi batuan-batuan kecil yang tidak membahayakan kehidupan di Bumi.Di mesosfer terdapat lapisan ion atau udara bermuatan listrik
·         Termosfer
Pada lapisan termosfer terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari sehingga lapisan ini dikenal juga dengan ionosfer.Berkat adanya gasgas yang mengalami ionisasi ini, sinyal-sinyal radio komunikasi dari permukaan Bumi dapat dipantulkan kembali ke Bumi,Pada lapisan ini terdapat pula sinar kutub (aurora) yang muncul di kala fajar atau petang.
·         Eksosfer
Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen.Kerapatan udaranya semakin tipis sampai hampir habis di ambang luar angkasa.Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada lapisan eksosfer.
4.      Rotasi Bumi
Pengertian Rotasi Bumi - Bumi yang kita huni ini tidak diam, tetapi berputar pada porosnya yang disebut rotasi bumi. Waktu yang diperlukan bumi untuk melakukan satu kali rotasi disebut kala rotasi. Kala rotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit.
Berikut akibat rotasi bumi :

1.      Terjadinya siang dan malam
2.      Terjadinya gerak semu harian matahari
3.      Terjadinya perbedaan waktu di berbagai tempat di bumi
4.      Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi bumi
5.      Terjadinya pembelokan arah angin
6.      Terjadinya pembelokan arah arus laut
5.      Revolusi Bumi
Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari.Bumi mengelilingi matahari pada orbitnya sekali dalam waktu 365 ¼ atau satu tahun surya disebut kala revolusi bumi.Ternyata poros bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi.Akibat Revolusi Bumi :
1.      Perbedaan lama siang dan malam
2.      Gerak Semu Tahunan Matahari
3.      Perubahan Rasi Bintang

6.         Satelit Bumi
Bulan merupakan benda langit yang beredar mengelilingi bumi, disebut juga satelit alami bumi. Bulan berukuran seperempat ukuran bumi, beredar mengelilingi bumi dengan orbit berbentuk elip selama 27.3 hari untuk satu periode, pada jarak rata – rata sekitar 384 ribu kilometer.
Bulan tidak mempunyai sumber cahaya dan cahaya bulan sebernya berasal dari pantulan cahaya matahari. Bulan mempunyai diameter 3,476 kilometer dengan gaya gravitasi hanya 1/6 kali gaya gravitasi bumi. Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi
Dibulan tidak terdapat atmosfer sehingga suhu berubah sangat cepat, sangat sunyi, tidak ada sirkulasi air, permukaan bersifat abadi, tidak ada bunyi dapat terdengar dan pada permukaan bulan banyak kawah disebabkan oleh hantaman meteor.

Ø  Fase bulan
    Bulan tidak memiliki cahaya sendiri, cahaya yang kita lihat merupakan pantulan cahaya matahari. Bagian yang menghadap ke matahari akan terang, sebaliknya bagian yang membelakangi matahari akan gelap.
    Akibat bulan mengelilingi bumi dan dan  bersama – sama bumi mengelilingi matahari makan bulan akan kelihatan dari bumi dengan bentuk fase sebagai berikut.
a.       Bulan baru (bulan mati) : tidak ada pantulan cahaya matahari pada bulan yang dapat dilihat dari bumi,
b.      Bulan sabit awal : hanya ada sebagian kecil bulan yang tampak, bulan berbentuk seperti sabit.
c.       Bulan setengah (kuartir awal) : bulan terlihat setengah bulatan.
d.      Bulan bungkuk (bulan besar/cembung awal) : semakin besar bulan tampak benjol
e.       Bulan purnama (oposisi) : bulan berada dibelakang bumi, jadi bumi diantara bulan dan matahari. Bulan tampak bulat sempurna seperti piringan.
f.       Bulan bungkuk (bulan susut/cembung akhir) : bulan tampak benjol.
g.      Bulan setengah (kuartir akhir) : bulan terlihat setengah bulatan.

h.      Bulan sabit (sabit tua) : bulan berbentuk seperti sabit.
Previous
Next Post »

2 comments